Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com
RSS

About History,,,

Pentingnya Sejarah



Sejarah Penting bagi Diri Sendiri, Bangsa , dan Negara



A.  Sejarah itu apa?
Ketika kita mendengar dan melihat kata Sejarah yang terlintas dalam benak atau pikiran kita adalah sesuatu yang telah berlalu. Seorang sejarawan berkebangsaan Amerika berujar bahwa sejarah itu sebagai suatu posisi atau cara pandang. Ibarat seorang penumpang kereta api, meskipun geraknya begitu cepat namun posisi yang tepat ialah menghadap ke belakang.Tentu suatu kesalahan bila sang penumpang itu menghadap ke depan,meski dia bisa menoleh ke kiri atau ke kanan.Gerakan itu dilakukan untuk mengimbangi posisinya dan agar pandangannya pada sesuatu yang telah dilaluinya tetap. Dengan kata lain tujuan tolehan itu, untuk mengukukuhkan totalitas dari realitas yang dilaluinya.
Tidak mengherankan bila sejarawan ataupun orang yang belajar sejarah,hanya punya kuasa atas ruang kehidupan masa lalu. Sering kali tanpa disadari seseorang menganggap sejarah sebagai sesuatu yang kuno, klasik , ketinggalan zaman dan predikat negatif lainnya yang sesungguhnya hendak menyatakan bahwa tidak ada gunanya tahu dan belajar sejarah. Bukankah jalan hidup kita ini menuju masa yang akan datang dan sejarah itu sendiri adalah tentang sesuatu yang telah lalu , seperti itu kata mereka. Namun demikian , dapat juga dikatakan ironis ketika mereka ditanya tentang asal usul serta ihwal keterangan waktu dan tempat kelahirannya, juga sepintas mengenai perjalanan hidupnya hingga saat itu ,maka dengan mudah dan tanpa perlu lama menggunakan waktu dia langsung menjawab pertanyaan itu.  Sebaliknya bila dia ditanya tentang apa dan bagaimana yang akan terjadi , seperti yang didewakannya (dalam cara pandang) , mungkin harus berpikir sejenak sambil mengorek referensi unwriting ( tidak tertulis) atau mengingat kembali himpunan konsepnya yang terkait dengan itu, kemudian memberikan komentar.
Tanpa bermaksud mengabaikan arti pentingnya masa depan , tetapi hendak menunjukkan betapa masa lalu itu mudah dan “gratis” , sehingga siapapun bisa mengatakannya termasuk mereka yang hanya melihat sebelah mata masa lalu itu, dengan kata lain pengetahuan dan kesadaran atas eksistensi serta kondisi kekinian kita hanya bisa dipahami dengan membuka tabir transparan masa lalu.melalui cara itu pula kita dapat memprediksikan masa depan.
B.  Pentingnya Sejarah
Beberapa Pertanyaan muncul ketika kita membahas pelajaran Sejarah,salah satunya adalah apa gunanya kita mempelajari Sejarah? Bukankah itu adalah masa lalu atau sesuatu yang telah terjadi dan jika dipelajari,apa gunanya bagi kehidupan kita yang bergerak menuju ke masa yang akan datang. Adakah masa lalu memberikan manfaat bagi kehidupan sekarang dan yang akan datang? Itu semua tidak mungkin,kata sebagian kalangan. Pada pembahasan kali ini kita akan melihat betapa pentingnya Sejarah bagi diri sendiri apalagi bagi bangsa dan negara.
1)      Manfaat Sejarah Bagi bangsa dan Negara
Bangsa yang bijak adalah bangsa yang mengenal sejarahnya. Mengapa kita sebagai bangsa Indonesia harus mengenal sejarah kita sendiri? Karena ada perkataan bijak yang mengatakan “history repeats itself”: sejarah itu berulang kembali. Hal yang pernah terjadi di masa lampau, suatu saat akan terjadi kembali dengan variasi yang berbeda tapi esensinya sama. Manusia yang bijak adalah manusia yang belajar dari masa lalu dan tidak mengulangi kesalahan para pendahulunya.Selain itu, dengan mempelajari catatan sejarah, kita akan lebih menghargai apa yang kita miliki sebagai bangsa. Betapa besar perjuangan para pahlawan dan pendekar untuk merebut kemerdekaan. Pengorbanan harta dan nyawa. Semua itu harus kita sadari, hormati dan kita jadikan teladan dalam hidup.
Kemudian Setiap bangsa pasti memiliki sejarahnya sendiri. Tetapi hanya sebagian kecil dari seluruh bangsa di dunia ini yang mengerti dan memahami sejarahnya. Oleh karena itu, kesadaran sejarah pada suatu masyarakat hendaknya mendapat perhatian, sehingga masing – masing individu dalam suatu masyarakat sadar dan memahami akan perjalanan sejarah bangsanya sendiri.Kesadaran sejarah merupakan suatu dimensi historis, dimensi itu memuat konsepsi waktu yang sesungguhnya hanya dimiliki oleh manusia yang berbudaya, karena hanya manusia yang bebudayalah yang dapat mengenal waktu, baik waktu yang obyektif maupun subyektif. Waktu yang obyektif adalah waktu yang dapat didasari bersama dan dapat diakui oleh orang lain. Sedangkan waktu subyektif adalah waktu yang bersifat internal dan di pengaruhi oleh emosi.
Kesadaran sejarah dapat dalami perorangan yang tercermin di dalam memori. Namun, yang lebih penting adalah kesadaran sejarah bersifat kolektif (kelompok), yaitu suatu bentuk pengalaman bersama suatu masyarakat sebagai ungkapan reaksi mereka kepada situasi, baik suatu kebudayaan, politik maupun ekonomi pada masa satu ke masa lain. Misalnya pertumbuhan bangsa indonesia, produk dari pengalaman masyarakat indonesia pada masa lampau yang kemudian menciptakan situasi kebersamaan dalam meraih tujuan bangsa, yaitu Indonesia merdeka.Peristiwa – peristiwa atau kejadian yang dialami oleh suatu masyarakat atau suatu bangsa di masa lampau merupakan pengalaman sejarah yang sangat penting dan berharga bagi bangsa tersebut. Bahkan tokoh – tokoh masyarakat menganjurkan kepada kita untuk belajar dari masa lampau, agar dapat menyongsong keberhasilan di masa kemudian hari. Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno dalam salah satu pidatonya berpesan pada seluruh rakyat Indonesia agar “Jangan sekali – sekali melupakan sejarah”, dan selanjutnya lebih dikenal dengan sebutan “Jas Merah”.Dengan demikian, sejarah memiliki arti yang sangat pentiing dalam kehidupan sebuah bangsa, karena peristiwa sejarah yang telah terjadi pada masa lampau dari sebuah bangsa itu akan menjadi sebuah pedoman atau pegangan hidup dari bangsa tersebut di masa sekarang dan dimasa depan.
Jadi, Sejarah dapat memberikan gambaran dan menjadi pedoman bagi suatu bangsa untuk melangkah pada kehidupannya dimasa kini dan masa yang akan dating. Oleh karena itu, setiap masyarakat atau bangsa didunia memiliki sejarahnya sendiri-sendiri, walaupun tidak semua masyarakat atau bangsa meninggalkan peninggalan secara tertulis yang sampai kepada generasi penerusnya.
Dengan demikian, pelajaran sejarah menjadi sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Bahkan setiap bangsa berusaha menggali sumber-sumber sejarah dengan tujuan untuk mengetahui kehidupan bangsanya di masa lampau.


2)      Manfaat Sejarah bagi Diri Sendiri
sejarah juga memiliki arti penting buat diri sendiri  yakni dengan mempelajarai ilmu sejarah kita dapat selain untuk mengenal asal usul kita,Sejarah juga dapat memperkenalkan kita peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa lalu yang kemudian memiliki pengaruh bagi yang besar buat suatu daerah misalnya Indonesia.
Dalam kaitanya belajar sejarah banyak manfaat yang bisa kita dapat ( diri sendiri ) alasannya:
1.    Dapat mengakui keberadaan setiap manusia di masa lampau dan akan terus hidup abadi hingga saat ini dan saat mendatang.
2.    Dapat mempersiapkan diri untuk menyampaikan kejadian masa lalu dan masa sekarang kepada generasi berikutnya
3.    Dapat menyakinkan orang berdasarkan alasan peristiwa di masa lampau.
4.    Dapat memperbaiki hidup sendiri dengan merujuk kepada peristiwa di masa lalu untuk diambil pelajaran dan hikmah sehingga bisa bermanfaat untuk di masa depan
Manfaat  Sejarah lainnya yakni :
Ø Edukatif
Kegunaan sejarah yang pertama adalah sebagai edukatif atau pelajaran. banyak manusia yang belajar dari sejarah. Belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan.pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yang dialaminya sendiri, melainkan juga dari generasi sebelumnya.manusia melalui belajar dari sejarah dapat mengembangkan potensinya. kesalahan pada masa lampau, baik kesalahan sendiri maupun kesalahan orang lain coba dihindari.
smentara itu, pengalaman yangbaik justru harus ditiru dan dikembangkan. dengan demikian, manusia dalam menjalani kehidupannya tidak berdasarkan coba-coba saja (trial and error), seperti yang dilakukan oleh binatang. manusia harus berusaha menghindari kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
Ø Rekreatif
Yang ketiga adalah sebagai kegunaan rekreatif. Kegunaan sejarah sebagai kisah dapat memberi suatu hiburan yang segar. melalui penulisan kisah sejarah yang menarik pembaca dapat terhibur. gaya penulisan yanghidup dan komunikatif dari beberapa sejarawan terasa mampu “menghipnotis” pembaca. Pembaca akan merasa nyaman  membaca tulisan dari seajarawan. Konsekuensi rasa senang dan daya taraik penulisan kisah sejarah tersebut membuat pembaca menjadi senang. Membaca menjadi media hiburan  dan rekreatif. Membaca telah menjadi ibagian dari kesenangan. membaca tealah dirasakan sebagai suatu kebutuhan, yaitu kebutuhan yang untuk rekreatif. Pembaca dalam mempelajari hasil penulisan sejarah tidak hanya merasa senang  layaknya  membaca novel, tetapi juga dapat berimajiasi ke masa lampau. disini peran sejarawan  dapat menjadi pemandu (guide). orang yang ingin  melihat situasi  suatu daerah  di masa lampau  dapat membacanya dari hasil tulisan para sejarawan.
Ø Inspiratif
Sebagai inspiratif, berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada pembaca dan pendengarnya. belajar dari kebangkitan nasional yang dipeloporii oleh bedirinya organisasi perjuangan yang modern  di awal abad ke-20, masyarakat Indonesia sekarang berusaha mengembangkan kebangkitan nasional angkatan ke-2. Pada kebangkitan nasional yang pertama, bangsa indonesia berusaha merebut kemerdekaan yang sekarang ini sudah dirasakan hasilnya.
untuk mengembangkan dan mempertahankan kemerdekaan , bangsa indonesia ingin melakukan  kebangkitan nasional yang ke-2 , dengan bercita-cita mengeajar ketertinggalan dari bangsa asing. bangsa indonesia tidak hanya ingin merdeka, tetapi juga ingin menjadi bangsa yang maju, bangsa yang mampu menyejahterakan rakyatnya. untuk  itu, bangsa indonesia harus giat menguasai IPTEK  karena melalui IPTEK yang dikuasai, bangsa indonesia berpeluang menjadi bangsa yang maju dan disegani, serta daapat ikut serta menjaga ketertiban dunia.


DAFTAR PUSTAKA

Madjid,M. Saleh dan Abd. Rahman Hamid.2008. Pengantar Ilmu Sejarah. Makassar : Rayhan Intermedia.

Kuntowijoyo . 2005 . Pengantar Ilmu Sejarah .Yogyakarta: Bentang Pustaka
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sekilas Sejarah Puang Balusu (Ne' Matandung) Toraja Utara


Sekilas Sejarah Puang Balusu 
(Ne' Matandung)

          Balusu adalah sebuah daerah bagian utara dari kota Rantepao. Ne' Matandung adalah nama seorang yang pernah menjadi pemimpin lokal dari daerah ini. Bahkan beliau pernah bersama sama dengan masyarakat sekitar melakukan perlawanan terhadap Belanda di masa penjajahan.
Keterlibatan Ne' Matandung dalam perencanaan membunuh Controleur Brower atau pemerintah hindia Belanda di wilayah Oderafdeling Rantepao didasari karna kecongkakan dan keserakahan pemerintah Hindia Belanda terhadap masyarakat pribumi. Wujud nyata keserakahan Belanda pada saat itu adalah mewajibkan penduduk lokal membayar pajak dan megatur adat istiadat atau kebiasan masyarakat pribumi dengan berbagai alasan. Taktik Belanda saat itu adalah mengangkat dan memunjuk para pimpinan lokal sebagai kepala distrik untuk memudahkan rencana mereka dalam memperluas daerah jajahannya. Namun hal ini tentu menimbulkan kebencian dan kedengkian di mata masyarakat lokal termasuk Ne' Matandung sebagai penguasa Balusu ketika itu.

Bukan hanya Ne' Matandung yang merasakan kebencian terhadap kaum Belanda. Beberapa kawan kawan Ne' Matandung yang juga penguasa lokal diwilayah lainnya juga menyimpan dendam terhadap Belanda. Dendam mereka sebenarnya telah lahir sejak sepuluh tahun sebelumnya dimana ketika itu Pongtiku sebagai sahabat mereka tewas tertembak di tangan Belanda.

Pada tahun 1917 maka berhimpunlah para pemimpin penguasa lokal ditoraja untuk merencanakan pembunuhan terhadap kaum penjajah. "Untendanni Salu Sa'dan" adalah sebuah semboyan atau kata sandi mereka. Target utama dalam rencana pembunuhan itu adalah Controleur Brower selaku Pemerintah Hindia Belanda wilayah onderafdeling Rantepao.

Rencana pembunhan terhadap Brower itu tertunda karna para pejuang tidak ingin melibatkan istri brower yang dalam keadaan hamil. Kekuatiran mereka adalah ketika Brower dibunuh didepan istrinya maka istrinyapun akan ikut tewas, dan hal demikian pantang bagi pajuang Toraja ketika itu.

Tertundanya pembunuhan terhadap Controleur Brower mengakibatkan lahirnya peristiwa bori 1917 dimana sang misionaris Antoni aris Van De Lossdtrecht tewas ditangan pejuang Toraja. Pembunhan terhadap sang misionaris itu bukanlah karna Ne' matandung dan kawan kawannya menolak Injil, namun pembunhan itu hanya karna semata mata A. A Van de Lossdrecht adalah seorang Belanda atau mata putih. Sementara para pejuang Toraja itu berprinsip bahwa mata putih atau Belanda adalah penjajah yang harus dibumi hanguskan.

Kematian Van De Loosdtrecht dipolitisasi oleh pihak Belanda dan menyebarkan Issue bahwa mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu disebabkan karna mereka menolak Injil.
Semenjak itu para pemimpin lokal khususnya Ne' matandung sebagai penguasa Balusu terus melakukan perlawanan terhadap Belanda. Sekalipun dengan persenjataan yang jauh lebih sederhana dengan senjat musuh. Namun sayang perlawanan itu tidak berlangsung lama hingga mereka yang melawan ditangkap dan diasingkan ke nusakambangan, Bogor bahkan tanah Merah Papua.

Sangat Ironis bila hingga hari ini doktrin dari pihak penjajah masih menjadi pegangan dan pedoman bagi masyarakat toraja hingga melupakan jasa para pejuang toraja sendiri. Jasa mereka seakan terkubur bersama dengan raganya akibat dogma bangsa penjajah yang telah membius sebagai masyarakat toraja.

Jangan lupakan jasa mereka sekalipun ditangannya bersimbah darah sang Misionaris pengabar Injil karna dibalik pembunuhan itu tersimpan sebuah cita cita yang mulia yaitu untuk mempertahankan keutuhan Tondok Lepongan Bulan Tana Matari' Allo.

lampiran Foto - foto :

Buntu Pia tempat Ne matandung melakukan perlawanan terhadap Belanda

inilah Tongkonan Ne' Matandung  ( Tongkonan KOLLO-KOLLO)
Makam Puang Balusu Ne' Matandung








































dikutip dari Blog Gerakan Pemuda Pelajar Mahasiswa Toraja ( GEPPMATOR Makassar)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


84 tahun Sumpah Pemuda

Pemuda adalah Generasi penerus bangsa,Pemuda adalah Harapan bangsa,inilah kalimat yang sering sekali kita dengar ataupun kita lihat pada artikel atau tulisan yang mengangkat tema tentang kepemudaan.disamping sebagai penerus Cita-cita bangsa yang mulia,pemuda juga adalah agen dari suatu perubahan ( agent of Change) .
            Jika kita kembali Mengintip peristiwa sejarah bangsa Indonesia mulai dari awal Pergerakan Nasional  tahun 1908 sampai masa Reformasi tahun 1998 Peran Para pemuda begitu sangat aktif baik itu ikut serta dalam mengusir penjajah,mempersatukan rakyat Indonesia sampai membangun Negara demi Negara yang lebih baik.Tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda mengadakan Kongres Pemuda Indonesia II yang sebelumnya diadakan Kongres Pemuda Indonesia I tanggal 30 sampai 2 Mei 1926,Kongres ini diprakarsai oleh para pemuda dari seluruh organisasi kepemudaan di Indonesia pada saat itu,misalnya Sugondo Djojopuspito,Muhammad Yamin ( Jong Sumatranen ),Amir syarifuddin ( Jong Batak ) , R.C.I Sendoek ( Jong Celebes ),Johannes Leimena ( Jong Ambon ) , Muh.Rochjani Su’ud (pemuda betawi), R.M Joko Marsaid ( Jong Java ), Pemuda Tionghoa ( Kwee Thiam Hong,John Lauw Tjoan Hok,Oey Kay Siang,dan Tjoi Djien Kwie),W.R Supratman,dll. Dengan adanya kesamaan nasib Bangsa Indonesia yang pada saat itu terbelenggu oleh penjajahan maka dalam menyatukan pandangan dan rasa persatuan diantara bangsa Indonesia maka para Pemuda Di dalam pertemuan Kongres Pemuda II itu terciptalah Janji setia para pemuda yang dikenal dengan Sumpah Pemuda yang isinya :

SUMPAH PEMUDA
Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah Satu
Tanah air Indonesia
Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa satu
Bangsa Indonesia
Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan
Bahasa Indonesia

Sumpah ini tidak sama dengan sumpah serapah yang biasa diucapkan seenaknya dari mulut seseorang dan sumpah ini  berbeda  dengan sumpah yang biasa dikatakan oleh para pejabat Negara yang ketika pada pemilihan umum dengan lugas dan lantang menyebutkan Janji-janji mereka akan tetapi  ketika mereka mendapatkan dan menikmati kekuasaan yang mereka raih,mereka lupa akan janji dan sumpahnya akan tetapi Sumpah yang dikumandangkan di jalan Keramat Raya 106 ( sekarang Museum Sumpah Pemuda)  adalah Sumpah para pemuda yang menjanjikan Kesetiaan terhadap Bangsa dan Negara.kemudian Jika kita membuka Sejarah kita akan teringat perkataan Sukarno yang sangat fenomenal menyangkut Pemuda,Beliau Berkata “ Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya,Berikan aku 10 orang muda saja niscaya akan ku guncangkan dunia ini” artinya bahwa para pemuda sebagai penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa yang memiliki semangat juang yang membara dan spirit yang besar  maka dipastikan mampu membawa bangsa dan Negara ini ke arah yang lebih baik.
Tetapi jika Melihat berita belakangan ini baik dari media cetak dan media elektronik Sangat disayangkan Pemuda yang semestinya menjadi harapan bangsa terciderai oleh peristiwa-peristiwa yang Sadis dan Tragis misalnya Tawuran antar pelajar/Mahasiswa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa atau tawuran antar kelompok pemuda yang sering terjadi, semua ini tidak sesuai dengan cita-cita bangsa dan semangat sumpah pemuda itu sendiri. Kita diajarkan bagaimana kita menghargai suatu perbedaan yang ada,baik itu perbedaan pandangan atau persepsi maupun perbedaan dalam arti yang luas antara lain perbedaan agama, ras ,budaya , golongan tetapi semua itu mengajarkan kita bahwa itu bukan suatu penghalang untuk mencapai suatu kesatuan dan itu adalah komitmen bangsa kita.Marilah kita sebagai para pemuda di zaman sekarang ini kita bersatu dalam menggapai tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia yang lebih baik dan bersama-sama menjawab sekaligus menghadapi  tantangan-tantangan bangsa Indonesia kedepannya.kemudian mengingat dan melaksanakan amanat dari para pendahulu kita dan selalu mengadopsi semangat mereka. DAMAI INDONESIAKU dan HIDUP PEMUDA INDONESIA.

Artikel ini ditulis oleh :
Irvan Tandilintin 
Pendidikan Sejarah 2010
Fakultas Ilmu Sosial.
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jepang dalam Sejarah


Kapan Jepang mulai Diperintah oleh para “Shogun”??
Pada abad ke-12 ,pemerintahan Jepang yang telah dipimpin keluarga Fujiwara selama 5 abad digulingkan oleh klan-klan prajurit yang kuat. Para kesatria Shogun ini memerintah Jepang hingga pertengahan tahun 1800.
            Pada tahun 1185, Minamoto Yurimoto menjadikannya sebagai penguasa Jepang dengan sebutan “ se-i-dai-shogun” yang berarti kaum Bar-bar yang menaklukkan jenderal besar.
            Pada masa pemerintahan shogun, Jepang didominasi oleh Samurai yang artinya seseorang yang mengabdi. Harta yang paling berharga dari seorang Samurai adalah pedang dengan pegangan ganda yang telah ditajamkam dan diasah sehingga seorang samurai dapat membelah seseorang menjadi dua bagian hanya sekali tebas. Karena dominasi kaum samurai yang hidup untuk bertarung , banyak yang mengungsi ke Hutan.
                        Shogun yang paling terkenal yang menyatukan Jepang adalah “Toyotomi Hideyoshi”. Dia adalah anak petani miskin tetapi mampu membuktikan dirinya sebagai seorang Jenderal yang cerdas dan mampu menjalankan pemerintahan dan memimpin pasukan Samurai dengan baik.
            Pada 1591, Hideyoshi telah menyatukan Jepangnamun tetap memisahkan kelas para prajurit dan petani. Walaupun demikian,dia berusaha memastikan agar para petani tidak perlu bekerja terlalu keras saat dia menjadi seorang Shogun.
            Hideyoshi akhirnya jatuh karena pertempuran besar dengan Tokugawa Ieyasu.   

Sumber Referensi :
History of The World oleh Sabrina Jasmine

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Pendidikan


SEJARAH PENDIDIKAN
MASA INDIA KUNO


A.  AWAL MULA PENDIDIKAN PADA MASA INDIA KUNO
            Sistem pendidikan India kuno berpusat pada pelajaran kepercayaan agama dan sistem kasta (Zakiah Drajat, 2008: 4). Secara ketat/tegas India membagi masyarakat dengan kasta/tingkatan. Dalam kehidupan agama Hindu di India terkenal ada 4 kasta, yaitu; 1) kasta Brahmana, 2) kasta Ksatria, 3) kasta Waisya, 4) kasta Sudra (Syudra).
Hidup di India bukan ditentukan oleh kepercayaan kepada dewa, tetapi ditentukan oleh tingkatan atau kasta tadi. Tujuan akhir hidup adalah mencapai Nirwana. Ciri-ciri pendidikan di India adalah :
a.      Pengajaran agama di nomor satukan
b.      Pendidikan diselenggarakan oleh kasta Brahmana.
c.       Tujuan pendidikan, mencapai kebahagian abadi (Nirwana).
Penyelenggaraan peadidikan berlangsung di rumah (keluarga) dan sekolah. Materi pelajaran yang diajarkan yaitu astronomi, matematik, pengetahuan tentang obat-obatan, hukum, kesusasteraan, sejarah.

B.   PARA TOKOH PENDIDIKAN MASA INDIA KUNO

1.        SAYYID AHMAD KHAN (1817-1898)
Dilahirkan di delhi.ayahnya seorang bangsawan pejabat pemerintah di istana sultan mogul . ia mendapat pendidikan dan pengajaran, termasuk membaca quran, di rumahnya sendiri.
a.       Cita-citanya
Ketika pada tahun 1858 E.I.C.(kompeni inggris) dibubarkan dan diganti dengan pemerintahan inggeris maka kesultanan mogul yang berdaulat dihapuskan. Mulaialh islam india dijajah
b.      Usaha-usahanya di lapangan pendidikan
Untuk mewujudkan cita-citanya dilapangan pendidikan/pengajaran , maka pada tahun  1875 ia mendirikan sebuah universitas islam,yang dinamakan ; aligarch college. Berfungsi menciptakan pemimpin-pemimpin dan sarjana-sarjana muslim,yang sanggup mewujudkan masyarakat  islam yang modern.
Aligarch college terdiri dari 2 bagian :
1.      Bagian inggris
2.      Bagian timur
Setelah ahmad khan meninggal, maka pada tahun 1920 aligarch collage itu menjadi university.
Untuk lebih memajukan pendidikan dan pengajaran islam maka pada tahun 1886 ahmad khan mendirikan mohammedan educational conference. Komperensi diadakan tiap-tiap tahun dengan berpedoman dengan program kerjanya :
1.      Memperluas perguruan tinggi barat di kalangan kaum muslim.
2.      Mengadakan penyelidikan terhadap pelajaran agama-agama di sekolah inggeris yang didirikan oleh orang islam.
3.      Mengusahakan pemberian tunjangan kepada sekolah-sekolah agama dan perguruan lain yang dipimpin oleh alim ulama.
4.      Mengadakan penyelidikan terhadap pengajaran di sekolah-sekolah bumi putera yang memakai cara-cara kuno.
yang memakai cara-cara kuno.
2.      RABINDRANATH TAGORE (1861-1941)
Tagore berasal dari Calcutta,sbuah kota yang kosmopolitis (kosmopolit = warga dunia). Ia keturunan keluarga brahmana yang sangat kaya. Perjuangan tigore yaitu mewujudkan cita-citanya yang besar. Persaudaraan umat manusia sedunia.
Tagore adalah seorang pembaharu sosial, pendidik, juga seorang pujangga,ahli music dan ahli filsafat, yang tidak jemu-jemunya memperjuangkan tercapainya perdamaian dunia.
Dalam usia 80 tahun tagore meninggal dunia di santiniketan pada tahun 1941.
a.     Cita-citanya
-        Pembaharuan kebudayaan
Tagore ingin memperbaiki kebudayaan india lama dengan menghendaki segalanya dari barat. Tapi ia tetap berpegang pada pedoman sifat-sifatnya yang asli, dengan mengadakan kombinasi yang seimbang dari idealisme timur dan realism barat.
-        Persaudaraan sedunia
Yaitu dengan menghindarkan diri dari egoism kebangsaan. Menurut tagore, nasionalisme itu sama saja dengan individualisme massa yang menjadi pokok pangkal bencana peperangan.
-        Pembaharuan di lapangan sosial
Tagore berpendapat, bahwa kekurangan dan kemunduran india ditimbulkan oleh satu sebab, yaitu kekurangan pada pendidikan rakyat.
b.    Fikiran-fikirannya mengenai  pelaksanaan pendidikan di sekolah
-        Pandangan terhadap intelektualisme
Menurut tagore, pemerintah colonial inggeris terlampau mengutamakan pengetahuan dari buku-buku. Bangsa india tidak mendapat pendidikan untuk membangun bangsanya, melainkan dididik untuk menjadi pegawai negeri murahan saja. Sistem pendidikan ini dirasanya dirasanya terlampau materialistis. Murid-murid akan belajar karena penyelidikan dan percobaan sendiri dengan hidup dan bekerja dialam bebas
-        Pendidikan agama
Agama dijadikan dasar  dari sistem pendidikannya hanya tagore tidak memberikan sejenis ajaran suatu agama tertentu, ia mengutamakan perasaanpenanaman  keagamaan pada umumnya.
-        Sistem gurukula (pendidikan asrama)
Yaitu sistem pendidikan brahmana dan dilaksanakan di tempat-tempat yang sunyi,guru dan murid berhubungan erat  karena itu mereka tinggal bersama. Murid-murid lebih menghargai kebenaran dari pada kekayaan, cinta akan alam dan hormat kepada makhluk tuhan.

-        Selfgovernment (cara memerintah sendiri, mengatur diri)
Tagore berpendapat, bahwa anak dalam segala usahanya harus memiliki rasa bebas, percaya kepada diri sendiri, bertanggung jawab terhadap diri sendiridan kepada masyarakat, suka tolong menolong,bekerja sama.
c.     Lembaga-lembaga pendidikannya
-        Santiniketan (= panti perdamaian)
    Yang berarti tempat kediaman ketentraman atau panti perdamaian didirikan oleh tagore pada tahun 1901 dekat bolpur, suatu tempat sunyi, jauh dari keramaian kota, 159 km dari Calcutta.
    Usaha tagore untuk menghubungkan sekolah dengan masyarakat sekitarnya dilakukan dengan jalan :
a.           Pada waktu-waktu tertentu menyuruh murid-muridnya pergi ke desa-desa untuk memberantas buta huruf dan memberikan berbagai penerangan yang berguna.
b.            Ia mendirikan semacam kepanduan, yang disebut brati balak, yang turut aktif dalam proses pendidikan rakyat di lapangan kesehatan.
c.            Sewaktu-waktu para murid menghibur  rakyat desa dengan mengadakan pertunjukan sandiwara, permainan,nyanyian, dan tari-tarian.

-        Sriniketan (= panti kemakmuran)
   Merupakan sekolah pertanian dan perkebunan didirikan pada tahun 1913. Anak tagore sendiri seorang insinyur  pertanian yang mendapat pendidikan di amerika.
Murid-murid mendapatkan pendidikan lengkap.  

-        Universitas visva bharati (visva=dunia;bharat=india)
    Didirikan pada tahun 1921 merupakan penjelmaan perdamaian dunia. Di sini tagore menciptakan persahabatan yang mesra antara mahaguru dengan mahasiswa dengan tidak menghiraukan perbedaan bangsa, agama,dan kasta.


                                                          INDIA




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Artikel Sejarah Toraja


PERLAWANAN RAKYAT TORAJA MELAWAN BELANDA
 DIBAWAH PIMPINAN “PONGTIKU” PADA APRIL 1906 - JULI 1907


Serangan yang dilancarkan Belanda atas beberapa krajaan besar di Sulawesi Selatan sangat mengkhawatirkan PONGTIKU dan sebagai langkah antisipasi Pongtiku membangun beberapa benteng seperti pada bagian barat,arah Mamasa dibangun tiga buah benteng yakni Lalik Londong,Buntu Batu,dan Rinding Allo.sedangkan pada bagian timur,arah Palopo dibangun tiga benteng,yaitu Buntu Asu,Tondok Kaddo,dan Mamullu.
Perlawanan rakyat Toraja yang dipimpin oleh Pongtiku melawan Belanda dimulai pada bulan Maret 1906 lewat Batu Sitanduk,tidak ada perlawanan berarti yang dihadapi,mereka seterusnya menuju Rantepao.
Pada bulan April 1906,pasukan Belanda menghampiri markas Pongtiku.Dibawah pimpinan SARIRA pasukan Pongtiku melancarkan serangan terhadap pasukan Belanda tersebut.dalam satu pertempuran yang terjadi di benteng Lalik Londong diketahui bahwa pasukan Belanda itu terdiri dari dua kompi pasukan infantri,yaitu kompi ke-4 dipimpin oleh Letnan satu ENTHOPEN dan Letnan dua ENGELBERT VAN BOVERVOORDE dengan kekuatan 78 senapan lengkap bayonet.kompi ke-3 dibawah pimpinan CATTENBURG yang berkekuatan 45 senapan lengkap bayonet.selain itu terdapat pula pasukan mobile colone dari Garnisum Batalion Celebes,Manado,dan Timor dengan kekuatan 38 senapan bayonet dan kurang lebih 500 orang kuli sewaan.namun dengan perlengkapan dan kekuatan seperti itu,Belanda tidak dapat dengan mudah mengalahkan pasukan Pongtiku yang bertahan di Bemteng-Benteng pertahanan.Benteng gunung kaddo meskipun telah dikepung oleh pasukan Belanda namun tidak dapat dengan mudah menguasainya,karena perlawanan sengit yang dilancarkan pasukan Pongtiku.
Pada tanggal 25 Agustus 1906 sebanyak 400 pasukan belanda lengkap dengan bayonet,menuju ke benteng Rinding Allo dengan berhasil menghancurkan dinding benteng tersebut dengan meriam.
Pongyiku pantang menyerah dan mengatakan “MOKA ULUNGKU,MOKA LETTE’KU NAPORANTE TO BUTA” yang artinya “kaki dan tanganku takkan sudi dijajah oleh orang Buta (Belanda).dalam menghadapi Belanda,Pongtiku melaksanakan taktik gerilya,dia berpindah-pindah dari satu kubu ke kubu lainnya dari gunung Kandora ke Rinding Allo.Akhirnya pindah ke Lalik Londong.pada tanggal 07 Juli 1907 Ambo Dake yang diutus oleh Puang Pandanan menemui Pongtiku di Gua Batu (tempat persembunyiannya) namun diam-diam pasukan Belanda membuntuti dan menyergap Pongtiku saat keluar dari Gua lalu kemudian dibawa ke Rantepao tiga hari kemudian tepatnya pada tanggal 10 Juli 1907 Pongtiku ditembak mati oleh pasukan Belanda di tepi sumgai Sa’dan di pinggiran kota Rantepao.sekarang dibuat sebuah tugu peringatan pahlawan Pongtiku yang gagah berani melawan Belanda.  

     Inilah gambar kuburan sekaligus monumen perjuangan pahlawan Pongtiku,di Pangala'

            Sumber Tulisan :
v  Monumen Mandala.2011.Dinas pendidikan dan kepariwisataan provinsi Sulawesi Selatan
v   
v   



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS