Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com
RSS

About History,,,

Sekilas Sejarah Puang Balusu (Ne' Matandung) Toraja Utara


Sekilas Sejarah Puang Balusu 
(Ne' Matandung)

          Balusu adalah sebuah daerah bagian utara dari kota Rantepao. Ne' Matandung adalah nama seorang yang pernah menjadi pemimpin lokal dari daerah ini. Bahkan beliau pernah bersama sama dengan masyarakat sekitar melakukan perlawanan terhadap Belanda di masa penjajahan.
Keterlibatan Ne' Matandung dalam perencanaan membunuh Controleur Brower atau pemerintah hindia Belanda di wilayah Oderafdeling Rantepao didasari karna kecongkakan dan keserakahan pemerintah Hindia Belanda terhadap masyarakat pribumi. Wujud nyata keserakahan Belanda pada saat itu adalah mewajibkan penduduk lokal membayar pajak dan megatur adat istiadat atau kebiasan masyarakat pribumi dengan berbagai alasan. Taktik Belanda saat itu adalah mengangkat dan memunjuk para pimpinan lokal sebagai kepala distrik untuk memudahkan rencana mereka dalam memperluas daerah jajahannya. Namun hal ini tentu menimbulkan kebencian dan kedengkian di mata masyarakat lokal termasuk Ne' Matandung sebagai penguasa Balusu ketika itu.

Bukan hanya Ne' Matandung yang merasakan kebencian terhadap kaum Belanda. Beberapa kawan kawan Ne' Matandung yang juga penguasa lokal diwilayah lainnya juga menyimpan dendam terhadap Belanda. Dendam mereka sebenarnya telah lahir sejak sepuluh tahun sebelumnya dimana ketika itu Pongtiku sebagai sahabat mereka tewas tertembak di tangan Belanda.

Pada tahun 1917 maka berhimpunlah para pemimpin penguasa lokal ditoraja untuk merencanakan pembunuhan terhadap kaum penjajah. "Untendanni Salu Sa'dan" adalah sebuah semboyan atau kata sandi mereka. Target utama dalam rencana pembunuhan itu adalah Controleur Brower selaku Pemerintah Hindia Belanda wilayah onderafdeling Rantepao.

Rencana pembunhan terhadap Brower itu tertunda karna para pejuang tidak ingin melibatkan istri brower yang dalam keadaan hamil. Kekuatiran mereka adalah ketika Brower dibunuh didepan istrinya maka istrinyapun akan ikut tewas, dan hal demikian pantang bagi pajuang Toraja ketika itu.

Tertundanya pembunuhan terhadap Controleur Brower mengakibatkan lahirnya peristiwa bori 1917 dimana sang misionaris Antoni aris Van De Lossdtrecht tewas ditangan pejuang Toraja. Pembunhan terhadap sang misionaris itu bukanlah karna Ne' matandung dan kawan kawannya menolak Injil, namun pembunhan itu hanya karna semata mata A. A Van de Lossdrecht adalah seorang Belanda atau mata putih. Sementara para pejuang Toraja itu berprinsip bahwa mata putih atau Belanda adalah penjajah yang harus dibumi hanguskan.

Kematian Van De Loosdtrecht dipolitisasi oleh pihak Belanda dan menyebarkan Issue bahwa mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu disebabkan karna mereka menolak Injil.
Semenjak itu para pemimpin lokal khususnya Ne' matandung sebagai penguasa Balusu terus melakukan perlawanan terhadap Belanda. Sekalipun dengan persenjataan yang jauh lebih sederhana dengan senjat musuh. Namun sayang perlawanan itu tidak berlangsung lama hingga mereka yang melawan ditangkap dan diasingkan ke nusakambangan, Bogor bahkan tanah Merah Papua.

Sangat Ironis bila hingga hari ini doktrin dari pihak penjajah masih menjadi pegangan dan pedoman bagi masyarakat toraja hingga melupakan jasa para pejuang toraja sendiri. Jasa mereka seakan terkubur bersama dengan raganya akibat dogma bangsa penjajah yang telah membius sebagai masyarakat toraja.

Jangan lupakan jasa mereka sekalipun ditangannya bersimbah darah sang Misionaris pengabar Injil karna dibalik pembunuhan itu tersimpan sebuah cita cita yang mulia yaitu untuk mempertahankan keutuhan Tondok Lepongan Bulan Tana Matari' Allo.

lampiran Foto - foto :

Buntu Pia tempat Ne matandung melakukan perlawanan terhadap Belanda

inilah Tongkonan Ne' Matandung  ( Tongkonan KOLLO-KOLLO)
Makam Puang Balusu Ne' Matandung








































dikutip dari Blog Gerakan Pemuda Pelajar Mahasiswa Toraja ( GEPPMATOR Makassar)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


84 tahun Sumpah Pemuda

Pemuda adalah Generasi penerus bangsa,Pemuda adalah Harapan bangsa,inilah kalimat yang sering sekali kita dengar ataupun kita lihat pada artikel atau tulisan yang mengangkat tema tentang kepemudaan.disamping sebagai penerus Cita-cita bangsa yang mulia,pemuda juga adalah agen dari suatu perubahan ( agent of Change) .
            Jika kita kembali Mengintip peristiwa sejarah bangsa Indonesia mulai dari awal Pergerakan Nasional  tahun 1908 sampai masa Reformasi tahun 1998 Peran Para pemuda begitu sangat aktif baik itu ikut serta dalam mengusir penjajah,mempersatukan rakyat Indonesia sampai membangun Negara demi Negara yang lebih baik.Tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda mengadakan Kongres Pemuda Indonesia II yang sebelumnya diadakan Kongres Pemuda Indonesia I tanggal 30 sampai 2 Mei 1926,Kongres ini diprakarsai oleh para pemuda dari seluruh organisasi kepemudaan di Indonesia pada saat itu,misalnya Sugondo Djojopuspito,Muhammad Yamin ( Jong Sumatranen ),Amir syarifuddin ( Jong Batak ) , R.C.I Sendoek ( Jong Celebes ),Johannes Leimena ( Jong Ambon ) , Muh.Rochjani Su’ud (pemuda betawi), R.M Joko Marsaid ( Jong Java ), Pemuda Tionghoa ( Kwee Thiam Hong,John Lauw Tjoan Hok,Oey Kay Siang,dan Tjoi Djien Kwie),W.R Supratman,dll. Dengan adanya kesamaan nasib Bangsa Indonesia yang pada saat itu terbelenggu oleh penjajahan maka dalam menyatukan pandangan dan rasa persatuan diantara bangsa Indonesia maka para Pemuda Di dalam pertemuan Kongres Pemuda II itu terciptalah Janji setia para pemuda yang dikenal dengan Sumpah Pemuda yang isinya :

SUMPAH PEMUDA
Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah Satu
Tanah air Indonesia
Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa satu
Bangsa Indonesia
Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan
Bahasa Indonesia

Sumpah ini tidak sama dengan sumpah serapah yang biasa diucapkan seenaknya dari mulut seseorang dan sumpah ini  berbeda  dengan sumpah yang biasa dikatakan oleh para pejabat Negara yang ketika pada pemilihan umum dengan lugas dan lantang menyebutkan Janji-janji mereka akan tetapi  ketika mereka mendapatkan dan menikmati kekuasaan yang mereka raih,mereka lupa akan janji dan sumpahnya akan tetapi Sumpah yang dikumandangkan di jalan Keramat Raya 106 ( sekarang Museum Sumpah Pemuda)  adalah Sumpah para pemuda yang menjanjikan Kesetiaan terhadap Bangsa dan Negara.kemudian Jika kita membuka Sejarah kita akan teringat perkataan Sukarno yang sangat fenomenal menyangkut Pemuda,Beliau Berkata “ Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya,Berikan aku 10 orang muda saja niscaya akan ku guncangkan dunia ini” artinya bahwa para pemuda sebagai penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa yang memiliki semangat juang yang membara dan spirit yang besar  maka dipastikan mampu membawa bangsa dan Negara ini ke arah yang lebih baik.
Tetapi jika Melihat berita belakangan ini baik dari media cetak dan media elektronik Sangat disayangkan Pemuda yang semestinya menjadi harapan bangsa terciderai oleh peristiwa-peristiwa yang Sadis dan Tragis misalnya Tawuran antar pelajar/Mahasiswa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa atau tawuran antar kelompok pemuda yang sering terjadi, semua ini tidak sesuai dengan cita-cita bangsa dan semangat sumpah pemuda itu sendiri. Kita diajarkan bagaimana kita menghargai suatu perbedaan yang ada,baik itu perbedaan pandangan atau persepsi maupun perbedaan dalam arti yang luas antara lain perbedaan agama, ras ,budaya , golongan tetapi semua itu mengajarkan kita bahwa itu bukan suatu penghalang untuk mencapai suatu kesatuan dan itu adalah komitmen bangsa kita.Marilah kita sebagai para pemuda di zaman sekarang ini kita bersatu dalam menggapai tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia yang lebih baik dan bersama-sama menjawab sekaligus menghadapi  tantangan-tantangan bangsa Indonesia kedepannya.kemudian mengingat dan melaksanakan amanat dari para pendahulu kita dan selalu mengadopsi semangat mereka. DAMAI INDONESIAKU dan HIDUP PEMUDA INDONESIA.

Artikel ini ditulis oleh :
Irvan Tandilintin 
Pendidikan Sejarah 2010
Fakultas Ilmu Sosial.
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jepang dalam Sejarah


Kapan Jepang mulai Diperintah oleh para “Shogun”??
Pada abad ke-12 ,pemerintahan Jepang yang telah dipimpin keluarga Fujiwara selama 5 abad digulingkan oleh klan-klan prajurit yang kuat. Para kesatria Shogun ini memerintah Jepang hingga pertengahan tahun 1800.
            Pada tahun 1185, Minamoto Yurimoto menjadikannya sebagai penguasa Jepang dengan sebutan “ se-i-dai-shogun” yang berarti kaum Bar-bar yang menaklukkan jenderal besar.
            Pada masa pemerintahan shogun, Jepang didominasi oleh Samurai yang artinya seseorang yang mengabdi. Harta yang paling berharga dari seorang Samurai adalah pedang dengan pegangan ganda yang telah ditajamkam dan diasah sehingga seorang samurai dapat membelah seseorang menjadi dua bagian hanya sekali tebas. Karena dominasi kaum samurai yang hidup untuk bertarung , banyak yang mengungsi ke Hutan.
                        Shogun yang paling terkenal yang menyatukan Jepang adalah “Toyotomi Hideyoshi”. Dia adalah anak petani miskin tetapi mampu membuktikan dirinya sebagai seorang Jenderal yang cerdas dan mampu menjalankan pemerintahan dan memimpin pasukan Samurai dengan baik.
            Pada 1591, Hideyoshi telah menyatukan Jepangnamun tetap memisahkan kelas para prajurit dan petani. Walaupun demikian,dia berusaha memastikan agar para petani tidak perlu bekerja terlalu keras saat dia menjadi seorang Shogun.
            Hideyoshi akhirnya jatuh karena pertempuran besar dengan Tokugawa Ieyasu.   

Sumber Referensi :
History of The World oleh Sabrina Jasmine

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Pendidikan


SEJARAH PENDIDIKAN
MASA INDIA KUNO


A.  AWAL MULA PENDIDIKAN PADA MASA INDIA KUNO
            Sistem pendidikan India kuno berpusat pada pelajaran kepercayaan agama dan sistem kasta (Zakiah Drajat, 2008: 4). Secara ketat/tegas India membagi masyarakat dengan kasta/tingkatan. Dalam kehidupan agama Hindu di India terkenal ada 4 kasta, yaitu; 1) kasta Brahmana, 2) kasta Ksatria, 3) kasta Waisya, 4) kasta Sudra (Syudra).
Hidup di India bukan ditentukan oleh kepercayaan kepada dewa, tetapi ditentukan oleh tingkatan atau kasta tadi. Tujuan akhir hidup adalah mencapai Nirwana. Ciri-ciri pendidikan di India adalah :
a.      Pengajaran agama di nomor satukan
b.      Pendidikan diselenggarakan oleh kasta Brahmana.
c.       Tujuan pendidikan, mencapai kebahagian abadi (Nirwana).
Penyelenggaraan peadidikan berlangsung di rumah (keluarga) dan sekolah. Materi pelajaran yang diajarkan yaitu astronomi, matematik, pengetahuan tentang obat-obatan, hukum, kesusasteraan, sejarah.

B.   PARA TOKOH PENDIDIKAN MASA INDIA KUNO

1.        SAYYID AHMAD KHAN (1817-1898)
Dilahirkan di delhi.ayahnya seorang bangsawan pejabat pemerintah di istana sultan mogul . ia mendapat pendidikan dan pengajaran, termasuk membaca quran, di rumahnya sendiri.
a.       Cita-citanya
Ketika pada tahun 1858 E.I.C.(kompeni inggris) dibubarkan dan diganti dengan pemerintahan inggeris maka kesultanan mogul yang berdaulat dihapuskan. Mulaialh islam india dijajah
b.      Usaha-usahanya di lapangan pendidikan
Untuk mewujudkan cita-citanya dilapangan pendidikan/pengajaran , maka pada tahun  1875 ia mendirikan sebuah universitas islam,yang dinamakan ; aligarch college. Berfungsi menciptakan pemimpin-pemimpin dan sarjana-sarjana muslim,yang sanggup mewujudkan masyarakat  islam yang modern.
Aligarch college terdiri dari 2 bagian :
1.      Bagian inggris
2.      Bagian timur
Setelah ahmad khan meninggal, maka pada tahun 1920 aligarch collage itu menjadi university.
Untuk lebih memajukan pendidikan dan pengajaran islam maka pada tahun 1886 ahmad khan mendirikan mohammedan educational conference. Komperensi diadakan tiap-tiap tahun dengan berpedoman dengan program kerjanya :
1.      Memperluas perguruan tinggi barat di kalangan kaum muslim.
2.      Mengadakan penyelidikan terhadap pelajaran agama-agama di sekolah inggeris yang didirikan oleh orang islam.
3.      Mengusahakan pemberian tunjangan kepada sekolah-sekolah agama dan perguruan lain yang dipimpin oleh alim ulama.
4.      Mengadakan penyelidikan terhadap pengajaran di sekolah-sekolah bumi putera yang memakai cara-cara kuno.
yang memakai cara-cara kuno.
2.      RABINDRANATH TAGORE (1861-1941)
Tagore berasal dari Calcutta,sbuah kota yang kosmopolitis (kosmopolit = warga dunia). Ia keturunan keluarga brahmana yang sangat kaya. Perjuangan tigore yaitu mewujudkan cita-citanya yang besar. Persaudaraan umat manusia sedunia.
Tagore adalah seorang pembaharu sosial, pendidik, juga seorang pujangga,ahli music dan ahli filsafat, yang tidak jemu-jemunya memperjuangkan tercapainya perdamaian dunia.
Dalam usia 80 tahun tagore meninggal dunia di santiniketan pada tahun 1941.
a.     Cita-citanya
-        Pembaharuan kebudayaan
Tagore ingin memperbaiki kebudayaan india lama dengan menghendaki segalanya dari barat. Tapi ia tetap berpegang pada pedoman sifat-sifatnya yang asli, dengan mengadakan kombinasi yang seimbang dari idealisme timur dan realism barat.
-        Persaudaraan sedunia
Yaitu dengan menghindarkan diri dari egoism kebangsaan. Menurut tagore, nasionalisme itu sama saja dengan individualisme massa yang menjadi pokok pangkal bencana peperangan.
-        Pembaharuan di lapangan sosial
Tagore berpendapat, bahwa kekurangan dan kemunduran india ditimbulkan oleh satu sebab, yaitu kekurangan pada pendidikan rakyat.
b.    Fikiran-fikirannya mengenai  pelaksanaan pendidikan di sekolah
-        Pandangan terhadap intelektualisme
Menurut tagore, pemerintah colonial inggeris terlampau mengutamakan pengetahuan dari buku-buku. Bangsa india tidak mendapat pendidikan untuk membangun bangsanya, melainkan dididik untuk menjadi pegawai negeri murahan saja. Sistem pendidikan ini dirasanya dirasanya terlampau materialistis. Murid-murid akan belajar karena penyelidikan dan percobaan sendiri dengan hidup dan bekerja dialam bebas
-        Pendidikan agama
Agama dijadikan dasar  dari sistem pendidikannya hanya tagore tidak memberikan sejenis ajaran suatu agama tertentu, ia mengutamakan perasaanpenanaman  keagamaan pada umumnya.
-        Sistem gurukula (pendidikan asrama)
Yaitu sistem pendidikan brahmana dan dilaksanakan di tempat-tempat yang sunyi,guru dan murid berhubungan erat  karena itu mereka tinggal bersama. Murid-murid lebih menghargai kebenaran dari pada kekayaan, cinta akan alam dan hormat kepada makhluk tuhan.

-        Selfgovernment (cara memerintah sendiri, mengatur diri)
Tagore berpendapat, bahwa anak dalam segala usahanya harus memiliki rasa bebas, percaya kepada diri sendiri, bertanggung jawab terhadap diri sendiridan kepada masyarakat, suka tolong menolong,bekerja sama.
c.     Lembaga-lembaga pendidikannya
-        Santiniketan (= panti perdamaian)
    Yang berarti tempat kediaman ketentraman atau panti perdamaian didirikan oleh tagore pada tahun 1901 dekat bolpur, suatu tempat sunyi, jauh dari keramaian kota, 159 km dari Calcutta.
    Usaha tagore untuk menghubungkan sekolah dengan masyarakat sekitarnya dilakukan dengan jalan :
a.           Pada waktu-waktu tertentu menyuruh murid-muridnya pergi ke desa-desa untuk memberantas buta huruf dan memberikan berbagai penerangan yang berguna.
b.            Ia mendirikan semacam kepanduan, yang disebut brati balak, yang turut aktif dalam proses pendidikan rakyat di lapangan kesehatan.
c.            Sewaktu-waktu para murid menghibur  rakyat desa dengan mengadakan pertunjukan sandiwara, permainan,nyanyian, dan tari-tarian.

-        Sriniketan (= panti kemakmuran)
   Merupakan sekolah pertanian dan perkebunan didirikan pada tahun 1913. Anak tagore sendiri seorang insinyur  pertanian yang mendapat pendidikan di amerika.
Murid-murid mendapatkan pendidikan lengkap.  

-        Universitas visva bharati (visva=dunia;bharat=india)
    Didirikan pada tahun 1921 merupakan penjelmaan perdamaian dunia. Di sini tagore menciptakan persahabatan yang mesra antara mahaguru dengan mahasiswa dengan tidak menghiraukan perbedaan bangsa, agama,dan kasta.


                                                          INDIA




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Artikel Sejarah Toraja


PERLAWANAN RAKYAT TORAJA MELAWAN BELANDA
 DIBAWAH PIMPINAN “PONGTIKU” PADA APRIL 1906 - JULI 1907


Serangan yang dilancarkan Belanda atas beberapa krajaan besar di Sulawesi Selatan sangat mengkhawatirkan PONGTIKU dan sebagai langkah antisipasi Pongtiku membangun beberapa benteng seperti pada bagian barat,arah Mamasa dibangun tiga buah benteng yakni Lalik Londong,Buntu Batu,dan Rinding Allo.sedangkan pada bagian timur,arah Palopo dibangun tiga benteng,yaitu Buntu Asu,Tondok Kaddo,dan Mamullu.
Perlawanan rakyat Toraja yang dipimpin oleh Pongtiku melawan Belanda dimulai pada bulan Maret 1906 lewat Batu Sitanduk,tidak ada perlawanan berarti yang dihadapi,mereka seterusnya menuju Rantepao.
Pada bulan April 1906,pasukan Belanda menghampiri markas Pongtiku.Dibawah pimpinan SARIRA pasukan Pongtiku melancarkan serangan terhadap pasukan Belanda tersebut.dalam satu pertempuran yang terjadi di benteng Lalik Londong diketahui bahwa pasukan Belanda itu terdiri dari dua kompi pasukan infantri,yaitu kompi ke-4 dipimpin oleh Letnan satu ENTHOPEN dan Letnan dua ENGELBERT VAN BOVERVOORDE dengan kekuatan 78 senapan lengkap bayonet.kompi ke-3 dibawah pimpinan CATTENBURG yang berkekuatan 45 senapan lengkap bayonet.selain itu terdapat pula pasukan mobile colone dari Garnisum Batalion Celebes,Manado,dan Timor dengan kekuatan 38 senapan bayonet dan kurang lebih 500 orang kuli sewaan.namun dengan perlengkapan dan kekuatan seperti itu,Belanda tidak dapat dengan mudah mengalahkan pasukan Pongtiku yang bertahan di Bemteng-Benteng pertahanan.Benteng gunung kaddo meskipun telah dikepung oleh pasukan Belanda namun tidak dapat dengan mudah menguasainya,karena perlawanan sengit yang dilancarkan pasukan Pongtiku.
Pada tanggal 25 Agustus 1906 sebanyak 400 pasukan belanda lengkap dengan bayonet,menuju ke benteng Rinding Allo dengan berhasil menghancurkan dinding benteng tersebut dengan meriam.
Pongyiku pantang menyerah dan mengatakan “MOKA ULUNGKU,MOKA LETTE’KU NAPORANTE TO BUTA” yang artinya “kaki dan tanganku takkan sudi dijajah oleh orang Buta (Belanda).dalam menghadapi Belanda,Pongtiku melaksanakan taktik gerilya,dia berpindah-pindah dari satu kubu ke kubu lainnya dari gunung Kandora ke Rinding Allo.Akhirnya pindah ke Lalik Londong.pada tanggal 07 Juli 1907 Ambo Dake yang diutus oleh Puang Pandanan menemui Pongtiku di Gua Batu (tempat persembunyiannya) namun diam-diam pasukan Belanda membuntuti dan menyergap Pongtiku saat keluar dari Gua lalu kemudian dibawa ke Rantepao tiga hari kemudian tepatnya pada tanggal 10 Juli 1907 Pongtiku ditembak mati oleh pasukan Belanda di tepi sumgai Sa’dan di pinggiran kota Rantepao.sekarang dibuat sebuah tugu peringatan pahlawan Pongtiku yang gagah berani melawan Belanda.  

     Inilah gambar kuburan sekaligus monumen perjuangan pahlawan Pongtiku,di Pangala'

            Sumber Tulisan :
v  Monumen Mandala.2011.Dinas pendidikan dan kepariwisataan provinsi Sulawesi Selatan
v   
v   



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Amerika


TERBENTUKNYA KOLONI-KOLONI DI
AMERIKA LATIN

A.   LATAR BELAKANG
            Dengan semangat “Reqonquista” (yang merupakan lambang kemegahan orang Spanyol dan Portugal) yang begitu besar , bangsa Spanyol dan Portugis yang baru saja mengusir orang-orang Arab dari Spanyol, mencari sasaran baru untuk mereka taklukan yang akibatnya sangat mendalam dalam sejarah umat manusia. Pada pertengahan abad ke-15 M, orang-orang Portugal melepaskan keharmonisan atau memutuskan hubungan dengan orang-orang Spanyol. Maka dari itu pada tanggal 7 Juni 1494 Paus Alexander VI memberi mandat agar kekuasaan didunia dibagi kedalam dua bagian, yaitu Spanyol dan Portugal. Seperti yang tercantum dalam perjanjian Thordesilas. Semua yang berada di barat adalah milik Spanyol sedangkan yang berada di timur adalah menjadi milik Portugal. Pada abad ke-16 keduanya, menaklukan wilayah-wilayah di benua Amerika bagian selatan atau Amerika Latin.
Latin adalah nama suatu suku bangsa dan nama suatu daerah yang terletak di sebelah utara kota Roma sekarang. Suku latin ini sudah jauh lebih maju dan berubah daripada orang-orang Roma. Peradaban romawi yang maju ketika itu, sangat mempengaruhi dan dihayati oleh orang-orang eropa dalam sebagian besar segi kehidupan. Begitu mendalamnya pengaruh romawi Latin , maka bangsa Sapnyol dan Portugis yang menjelajah dan menjajah sebagian besar benua Amerika, sadar atau tidak sadar menanamkan juga pengaruh peradaban Romawi Latin itu. Dengan demikian benua Amerika yang dijajah Spanyol dan Portugal diberi nama Amerika Latin.
Sejak Columbus dari Spanyol pada tahun 1492 mendarat di benua Amerika, datanglah orang-orang spanyol yang disusul oleh orang-orang Portugis untuk menduduki benua Amerika. Pada  abad ke-16 Spanyol telah berhasil menaklukan Mexico, Geutamala, Peru, dan daerah-daerah La Pata. Selama Spanyol sibuk menaklukan Amerika Latin, Portugal juga sibuk mencari jajahan di benua Afrika dan Asia. Pada tahun 1501 Portugal dibawah Amerigo Vespucci menjelajah pesisir Barazilia. Penakluk daerah koloni pertama atas Brazilia adalah Martin Alfonso de Sauza. Untuk selanjutnya wilayah Brazilia dikuasai oleh pemerintah kolonial Portugal. 

  1. KOLONI-KOLONI SPANYOL
1.      Wilayah Koloni
Wilayah koloni Spanyol termasuk diantaranya Mexico, Chilli, Argentina, Uruguay, Panama, Peru, Kuba, Geutamala, Ekuador, Venezuela, dan Paraguay.
2.      Sistem Koloni
Wilayah jajahan Spanyol termasuk dalam kekuasaaan mahkota Spanyol yang dipegang oleh raja yang mempunyai kekuasaan eksekutif atas rakyat, kekayaan alam, perdagangan dan pemerintahan. Pada tahun 1524 dibentuk Dewan India (badan tertinggi dalam urusan-urusan koloni di India). Jumlah anggota dewan  sebanyak 9 hingga 19 orang yang terdiri atas para hidalgo (kalangan aristokrat / ningrat Spanyol), ahli hukum dari Universitas Salamanca dan pegawai tinggi pemerintahan.
Dewan India mempunyai staff pegawai dan staff expert seperti ahli hukum, ahli perbendaharaan, akuntan, ahli peta, ahli ilmu bumi, ahli sejarah, ahli ilmu falak dan ilmu pasti. Dewan ini bertugas untuk :
Ø  mengusulkan kepada raja tentang pengangkatan pegawai
Ø  membuat RUU  dan maklumat
Ø  menyelesaikan perkara-perkara yang diajukan Audience (Mahkamah Agung)
Ø  mensensor buku-buku yang masuk ke sana
Ø  memeriksa keuangan dan laporan yang diberikan oleh para pegawai kolonial Dewan lainnya yang berwenang di tanah jajahan :
Ø  Cas de contratacion (House of Trade) di Seville-Spanyol yang menyelenggarakan administrasi ekonomi
Ø  Consulade , mengawasi perlengkapan dan pelayaran kapal-kapal dagang ke daerah-daerah koloni.
3.      Jenis bangsa di koloni Spanyol
Ada beberapa suku yang menempati koloni-koloni spayol di Amerika Latin, yaitu:
Ø  Suku Aztec di Mexico
Ø  Suku Chibeha Columbia
Ø  Suku Arawak di India Barat
Ø  Suku Inca di Peru
Ø  Suku Guarani di Paraguay
Ø  Suku Maya di Amerika Tengah
Ø  Bangsa Negro, Mulatto, Zambo, creol, Meztizo dan bangsa Peninsulares
4.      Sistem Hukum
Pada tahun 1681 pemerintah Spanyol mengeluarkan UU dengan nama Recopilacion de leyes de los Reynos de Indias yang dikenal dengan Leves de Indias. UU ini berisi 6.377 UU yang disusun dalam 9 buku dan diatur dalam tiap-tiap soal dalam 218 bab. Dalam sejarah pemerintahan kolonial, Spanyol termasuk pemerintah kolonial yang paling baik dalam bidang perundang-undangan kolonial yang berusaha sebaik mungkin mengatur kehidupan rakyat jajahannya. Bila terjadi kekejaman dan pemerasan, maka hal ini bergantung kepada para pelaksana di daerah jajahan.
5.      Sistem Pemerintahan
Taip daerah jajahan yang belum aman diperintah oleh seorang kapiten jendral (adelantado), yakni pemerintahan militer. Adelantado mempunyai wewenang untuk merebut daerah-daerah baru dan mengusahakan kekayaan alam. Bila keadaan sudah aman maka daerah jajahan dipimpin oleh gubernur. Koloni yang besar dan kaya diperintahkan oleh Viceroy (wakil raja)  yang dimasukkan ke dalam daerah Vice Royally. Koloni-koloni kecil diperintahkan oleh kapiten kenderal/gubernur. Baik Viceroy maupun Adelantado diangkat oleh raja Spanyol. Untuk mengawasi kekuasaan para wakil raja dan gubernur dibentuk Audince.
6.      Perdagangan
Tiap tahunnya Spanyol mengirimkan dua armada yang dikirim ke Veracrus (mexico) dan Puerte Rico (Panama). Hal ini dilakukan guna mengawasi perdagangan dengan dunia baru serta untuk mencegah orang-orang Inggris, Perancis, dan Belanda.
7.      Pendidikan
Spanyol mendirikan pendidikan formal seperti sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Sekolah yang pertama didirikan pada tahun 1523 di Mexico. Pada tahun 1547 dibuka sekolah untuk anak-anak Mexico. Tahun 1553 raja Carlos I mendirikan Universitas di Mexico City. Berturut-turut dibuka lima universitas pada tahu 1572 bernama Universitas San Marco, di Cordoba (Argentina), di Santiago (Chile) dan di Caracas (Venezuela). Dalam sejarah pendidikan tinggi, Spanyol termasuk satu negara kolonial yang paling banyak mendirikan universitas di tanah jajahannya.
8.      Kebudayaan
Spanyol mengembangkan peradaban dan kebudayaannya di Amerika Latin, sehingga bangsa Indian mengetahui peradaban dan kebudayaan melalui sekolah dan perguruan tinggi.banyak juga pengarang-pengarang bangsa Spanyol yang menulis tentang sejarah dan suka duka yang mereka saksikan di Amerika Latin. Terdapat juga para penulis puisi dan prosa yakni Sor Juana Ines de la Cru dan Alonso de Ercilia y. Zunga.
Pada 1898 Perang Spanyol-Amerika mengakibatkan hilangnya koloni Spanyol yang tersisa di Amerika. Ini adalah akhir dari kekuasaan Spanyol di Amerika, setelah itu Spanyol tersebar di seluruh benua itu dan menetap di tempat yang berbeda. Tapi koloni Spanyol di Amerika masih ada selama beberapa saat lagi, terutama terdiri dari imigran miskin atau diasingkan secara politik Spanyol, di Kuba, Meksiko dan Argentina. 

  1. KOLONI-KOLONI PORTUGIS
1.      Wilayah koloni
Brazil. Dalam memperlakukan daerah jajahannya, Portugal dikenal lebih moderat sehingga jarang terjadi konflik anatar daerah jajahan dengan negara induk.
2.      Sistem Pemerintahan
Pada mulanya Brazil diperintah oleh gubernur yang berkedudukan di Bahia, ibukota Brazil waktu itu. Tahun 1763, Gubernur diganti dengan wakil raja yang memindahkan ibukota ke Rio de Jenero. Wakil raja berwenang mengumpulkan pajak, menjaga keamanan pantai terhadap bajak laut dan pedagang gelap serta memaksakan pemerintahan Portugis atas rakyat Brazil. Seluruh Brazil dibagi dalam distrik yang dinamakan Captaincy yang diperintahkan oleh seorang Donatorio yang pada abad ke-18 diganti oleh jabatan gubernur. Tiap distrik dibagi dalam Municipality (kota Madya) yang mempunyai satu dewan kota yang dinamakan Camara yang anggotanya dipilih dari tuan tanah besar, pedagang besar dan aristokrat.
3.      Golongan Masyarakat
a.       Golongan pertama : golongan aristocrat yang terdiri atas para pegawai tinggi, para pemilik perkebunan besar dan para pemilik pertambangan besar. Golongan ini menikmati semua fasilitas politik, sosial dan ekonomi.
b.      Golongan Kedua : terdiri atas para pedagang , tuan tanah kecil dan para cerdik seperti ahli hukum, dokter, pengarang dan seniman. Golongan ini menuntut perbahan dalam pemerintahan dan peradgangan bebas guna mendorong usaha dan kemajuan.
c.       Golongan ketiga : terdiri atas orang-orang Negro, baik bebas atau para budak, orang Mulatto, orang Cafuse (Indian-Negro) dan orang-orang Pardos (campuran dari berabagi suku bangsa)
4.      Pendidikan
Kehidupan intelektual di Barzil sangat rendah. Hanya gereja Katholik saja yang mengusahakan untuk anak-anak miskin, sedangkan pemerintah kolonial sama sekali tidak menghiraukan pendidikan. Pemerintah Portugis tidak mendirikan universitas satupun. Sebagian besar dari rakyat Brazilia masih buta huruf. Menjelang akhir penjajahanbaru terdapat sebuah percetakan.
5.      Kebudayaan
Penulis sejarah kolonial Brazil ialah Sebastiao Rocha Pitta dalam bukunya history of Portugese Brazil”. Brazil memiliki sedikit pengarang. Orang-orang Brazilia membaca karangan-karangan dari Cameens dan cara pengarang lainnya dari Lisboa. “bapak Agung Brazil” ialah Claudio Manole da Costa karena syair-syairnya cemerlang. Dalam bidang arsitektur , Portugis sangat jauh ketinggalan dari Spanyol. Hanya sedikit sekali gereja Kathedral , gereja dan istana yang dapat menunjukkan perkembangan arsitektur Brazil.
6.      Perdagangan
Dalam bidang perdagangan Portugal berhasil memonopoli perdagangn rempah-rempah dari Maluku ke Lisabon. Minatnya ke arah mengamankan dan menjamin jalur pelayaran dan pangkalan yang penting di daerah tertentu membuatnya berhasil dalam hal perdagangan dan pelayaran niaga, sehingga dalam memperlakukan daerah jajahannya berbeda dengan Spanyol yang cenderung mengeruk habis kekayaan daerah jajahan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS